Langsung ke konten utama

Tanam Jahe media arang sekam skala rumah tangga maupun bisnis

Tren mengkonsumsi rempah-rempah di kalangan masyarakat kini semakin diminati. Hal tersebut semenjak adanya virus corona yang menyebar ke seluruh dunia salah satunya ke Indonesia. Beruntung nenek moyang kita sudah lama mengenal rempah-rempah dan bumbu dapur untuk dikonsumsi sehari-hari. Selain itu kondisi tanah dan iklim di beberapa daerah di Indonesia juga sangat mendukung akan tumbuhnya jahe tersebut. Salah satunya yakni jahe merah yang banyak dicari oleh masyarakat bahkan harganya 2 sampai 3 kali lipat dipasaran.

Nah cara paling mudah bertanam jahe skala rumah tangga bahkan bisnis yaitu dengan wadah sak bekas bermedia arang sekam yang membuat jahe mudah tumbuh dan mempunyai hasil yang melimpah. Selain itu media ini juga sangat poros dan mudah diangkat. Biasanya para pembisnis menggunakan sak atau karung ukuran 25 kg untuk skala bisnis. Namun saya disini menggunakan sak atau karung bekas apa adanya bekas pupuk petrokimia. Penampakannya sebagai berikut :

Tanaman saya ini jahe merah dan dibawahnya saya kasih plastik ukuran jumbo agar air menggenang dibawah sehingga cukup seminggu sekali disiram dengan nutrisi hidroponik buah dengan ppm 400 pada bulan pertanama tanam. Kemudian saya kasih ppm 1000 sampai 1500 sampai panen sekitar 6 sampai 9 bulan. Oh yaa itu saya kasih kayu ditengan untuk mengorek media arang sekam agar ada oksigen yang masuk dan lebih poros. Selain itu juga sebagai pegangan tanaman jahe merah ketika sudah besar agar tidak roboh jika ada angin kencang dan hujan deras. Penampakan tanaman jahe dari samping sebagai berikut :

Sangat cocok juga dikembangkan skala bisnis jika kalian mempunyai lahan kosong yang cukup luas. Selain tidak membutuhkan banyak perawatan juga menjadikan lahan kosong kalian lebih produktif dan menghasilkan pundi-pundi keuntungan ibarat sebagai tabungan dan investasi masa depan. Namun jika kalian tidak mempunyai lahan luas juga bisa ditanam dipekarangan rumah. Opsi selanjutnya kalau kalian tidak punya pekarangan rumah dan lahan luas, kalian bisa bekerja sama dengan teman atau saudara untuk melirik usaha budidaya jahe merah media arang sekam nutrisi hidroponik ini setelah membaca blog saya.

Nah yang tidak kalah penting ketika akan memanen jahe ini kalian harus melihat dulu harga jahe dipasaran. Apakah harganya bagus atau jelek artinya turun. Jika bagus bisa kalian panen saat itu juga. Namun kalau harganya murah sebaiknya jangan dipanen dahulu. Tunggu sampai beberapa hari atau minggu baru kalian panen, bahkan jahe kalian akan terus bertambah kebih besar dalam sak atau karung. Itu kelebihannya bertanam jahe, kita bisa menentukannya sendiri mau dipanen kapan? Tentunya ketika harga jahe bagus kan.

Terakhir jika kalian ada pertanyaan tentang tulisan saya diatas bisa ditambahkan dikolom komentar yaa! Oh yaa budidaya jahe ini juga bisa sebagai bisnis sampingan kalian selain pekerjaan utama di kantor maupun di pabrik. Yaa karena tidak terlalu ribet dan banyak waktu untuk menanamnya dan merawatnya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips & Trik Bertani Bebas Gulma

Belakangan ini banyak sekali yang terkena dampak PHK massal diberbagai daerah di Indonesia bahkan seluruh dunia. Sehingga meningkatnya pengangguran diberbagai kota. Kebanyakan para perantau sehingga mereka pulan ke Desa. Tentu di Desa yaitu bertani. Langsung saja membahas bertani yang bisa menghasilkan banyak uang tanpa banyak tenaga yaitu bertani dengan media "Sekam Bakar" sebagai pengganti tanah. Media sekam bakar ini memiliki banyak kelebihan dan masih bisa digunakan seterusnya. Diantaranya : 1. Tanaman mudah tumbuh 2. Bebas dari Gulma sehingga cocok untuk pembibitan 3. Bisa dibuat sendiri di lingkungan rumah 4. Bisa juga beli di toko bungan dengan harga yang murah 5. Bahan ringan tidak seperti tanah yang berat dan kotor 6. Bebas dari cacing 7. Bisa langsung digunakan kembali tanpa menunggu lama seperti tanah jika sudah panen 8. Dan masih banyak lagi bisa kalian searchig digoogle Namun timbul pertanyaan pertanyaan pertama, "Bagaimana tanaman bisa tumbuh tanpa tanah?...